MASA DEPAN INDONESIA, PROSPEK DAN TANTANGAN

Muqaddimah

Mahasiswa sebagai kelompok menengah dalam miniatur peradaban suatu bangsa memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Sebagai calon cendekiawan muda dipandang sebagai sebagai agent of change atau agent of modernization; adalah komunitas yang tidak pernah puas dalam meneruma suatu kenyataan  dan berusaha menanyakan sebuah kebenaran. Dengan kekuatan moralnya, gerakan mahasiswa tampil sebagai kelompok independen dan sarat dengan nulai-nilai transformasi dan politis. Dengan  perannya sebagai kelas menengah  mahasiswa memiliki peran yang besar dalam proses perubahan sosial.
Kurang lebih hidup  32 tahun sistem orde baru  telah merampas hak-hak masyarakat, bukan hanya hak kewarganegaraan  tetapi juga hak-hak kemanusiaan melalui otoriterisme rezim orde baru.  Disisi lain, pola berbangsa dan bernegara yang bersifat monopolistik telah berimplikasi pada berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara berupa peluang luas terhadap para pelaku negara untuk korup, terjadinya biaya ekonomi tunggi, inefisiensi,  enclave, rendahnya daya saing, serta kesenjangan antara pusat dan daerah.
Gerakan mahasiswa dan rakyat  yang mencapai puncaknya pada 20 Meu 1998 berhasil menghentikan rezim orde baru dan genderang reformasipun di tabuh. Era reformasi yang sarat perubahan diharapkan mengarah pada proses demokratisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namum berselang beberapa tahun, harapan tersebut perlahan-lahan kehilangan basisnya. Masyarakat yang rindu akan kedamaian, ketenangan, kenyamanan serta iklim  yang kondusif dalam menjalankan aktivitas keseharian bak jauh panggang dari api. Era reformasi yang diharapkan bangsa ini keluar dari krisis multidimensi tak kunjung usai. Krisis multidimensi yang menimpa Indonesia  yang berawal dari krisis moneter pada pertengahan ragun 1997, kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi, krisis social dan krisis politik benar-benar nyaris memporak-porandakan  sendi-sendi kehidupan  bernasyarakat dan bernegara negeri yang oleh pujangga pernah disebut sebagai zamrud khatulistiwa.
Krisis multidimensi telah mengakibatkan lebih dari 100 juta rakyat Indonesia terpuruk ke jurang kemiskinan, Lebih dari 40 juta orang, 2,5 juta duantaranya sarjana menganggur. Jutaan anak-anak putus sekolah, jutaan lagi mengalami malnutrisi. Sementara itu, akibat harga-harga barang jasa meningkat, hidup makin tidak mudah meski untuk mencari sesuap nasi, stress meningkat dan kriminalitas merajalela dimana-mana. Kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya dan pendidikan  menjadi carut marut tidak karuan. Dan meski berbagai langkah telah ditempuh pemerintah yang selama krisis telah berganti selama tiga kali, tetapi belum mampu mengatasi krisis secara menyeluruh.
Mahasiswa sebagai aktor utama moment dialektika sejarah bangsa memiliki taggungjawab moral dalam mengawal agenda-eganda reformasi sebagai buah perjuangan dan pengorbanan seluruh komponen bangsa. Gerakan mahasiswa tersebut seharusnya tidak terjebak hanya pada war of manufer yang melalui aksi-aksi, demontrasi ataupun mimbar bebas dan lain-lain.  Untuk itu mahasiswa yang peduli pada nasib bangsa perlu melakukan war of position yaitu merupakan bentuk usaha merubah relasi sosial dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui  pemberdayaan masyarakat, fungsi kontrol sosial denga kekuatan ide dan kecerdasan serta agent aspirasi dan artikualasi politik dalam organisasi pergerakan mahasiswa yang sinergis dan solid.

Masa Depan Sebagai Tantangan
Masa depan adalah masa yang penuh dengan tantangan dan peluang. Merujuk analisis masa depan John Naisbit dan Patricia Aburdance, dalam Megatrends 2000, dinyatakan adanya sepuluh kecendrungan besar yang terjadi berupa globalisasi ekonomi, pertumbuhan eknomi di wilayah pasifik, berkembangnya konsep swastanisasi negara kesejahteraan di Barat, Berkembangnya konsep sosialisme pasar bebas di timur, menyempitnya nasionalisme  menjadi nasionalisme kebudayaan, majunya kegiatan seni, meningkatnya peran  wanita di era informasi, mantapnya peran individu, berkembangnya dunia biologi, dan suburnya spiritualisme dalam kaitannya dalam kehidupam beragama. Kecendrungan besar di atas telah memperhadapkan bangsa kita pada sebuah gejala paradoks global  dan mempengaruhi seluruh bidang kehidupan bangsa kita, baik pada bidang Politik, Hukum, Ekonomi, Kependudukan, Seni serta Sosial dan  Budaya.
Universalisasi sistem nilai global yang terjadi dalam dimensi kebudayaan melalui invasi media massa dan teknologi komunikasi telah mengaburkan sistem nilai (values system) kehidupan manusia, khususnya pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Era globalisasi yang ditandai revolusi komunikasi dan informasi telah menjadikan  dunia menjadi tanpa batas dan sekat. Kapitalisme global merupakan salah satu implikasi dari perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus sebagai bentuk imperialisme negara-negara maju tergadap negara dunia ketiga. Tidak dapat dipungkiri  bahwa peradaban modern mengandung pengaruh positif bagi  bangsa manapun  terutama terkait dengan sektor sains dan teknologi. Namun dampak negatifnya juga besar yaitu imbas nilai-nilai dan gaya hidup di era milenium sesuai dengan semangat, muatan dan substansi yang terkandung didalamnya. Imbas nilai-nilai baru tersebut dapat merubah  pola nilai masyarakat berupa pergeseran secara evolutif yang menimbulkan berbagai degradasi pemikiran maupun perbuatan.
Masuknya globalisasi ekonomi dan budaya oleh negara sekular ke negara berkembang selalu akan melalui sistem pemerintahan  negara berkembang itu sendiri. Oleh karena itu, sistem pemerintahan negara berkembang yang bercorak sekular dan materialisrtik akan menjad makanan empuk bagi program globalisasi negara maju. Akan ditemui segelintir elit (pejabat pemerintah dan swasta) nasional yang mendukung program mereka dalam meperkaya diri dan mengeksploirasi rakyat serta menyerap kekayaan tanah air.  Oleh karena itu diperlukan orang “kuat” dalam negara berkembang yang mampu menahan gelombang arus globalisasi disamping penataaan sistem pemerintahan berdasarkan moral agama.
Globalisasi telah mengikis pula budaya dan kultur yang telah menjadi ciri khas bangsa kita. Dunia seni dan hiburan banyak dipengaruki Barat, identitas bangsapun mulai luntur seiring denga kemajuan jaman. Untuk melawan hegemoni Barat tersebut Indonesia kaya akan seni dan budaya, akan tetapi potensi tersebut tidak mampu diberdayakan dengan baik. Hal ini karena pemberdayaa seni dan budaya terkesan sentralistik, sehingga kebudayaan kita terhegemoni dan dimonopoli oleh kebudayaan etnik tertentu. Kesenjangan budaya Jawa dan luar pulau Jawa begitu menonjol dan nampak dalam penyajian di berbagai media. Kesenjangan tersebut melahirkan perasaan tidak puas dan kemudian dilawan dengan cara menggugat nasionalisme. Karena nasionalisme terkadang digunakan oleh etnik tertentu untuk melanggengkan hegemoninya. Fenomena ini dapat berimplikasi pada terancamnya masa depan bangsa sehingga perlu perumusan nasionalisme baru untuk menaggulanginya.
Abad 21 juga jelas merupakan era kompetitif dan Indonesia sebagai suatu kesatuan bangsa akan meghadapi kompetisi yang ketat di dunai internasional  dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk itu secara internal bangsa ini perlu mempersapkan diri dalam segala aspek khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Visi Indonesia Masa Depan
Masa depan Indonesia mungkin saja baik, lebih cemerlang dari semua yang pernah kita bayangkan, namun mungkin yang terjadi sangat buruk, sesuatu yang belum pernah kita bayangkan, bahkan dalam mimpi buruk kita sekalipun. Yang jelas, dalam upaya mewujudkan cita-cita reformasi dalam penyelesaian berbagai masalah bangsa dan negara diperlukan visi Indonesia masa depan sebagai fokus pada arah penyeelnggaraan kehidupan berbamgsa dan bernegara menuju masa depan yang lebih baik.
Para wakil kita di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah merumuskan visi Indonesia masa depan melalui Tap. MPR RI Nomor : V/MPR/2000.
Dalam Tap MPR tersebut dikemukakan bahwa :
Visi adalah wawasan ke depan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Visi bersifat kearifan intuitif yang menyentuh hati dan mnggerakkan jiwa untuk berbuat. Visi tersebut merupakan sumber inspirasi, motivasi dan kreativitas yang mengarahkan proses penyelenggaraan kehidupan berbangsa da bernegara menuju masa depan yang dicita-citakan. Penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara diorientasikan ke arag perwujudan visi tersebut karena pada hakekatnya hal itu merupakan penegasan bersama cita-cita seluruh rakyat.
Bagi bangsa Indonesia, Visi Indonesia didasari dan diilhami oleh cita-cita luhur yang telah digariskan para pendiri negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk pencapaian visi tersebut maka selanjutnya dirumuskan visi antara yang disebut VISI INDONESIA 2002 sebagai berikut :
VISI INDONESIA 2020

Visi Indonesia 2020 adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Untuk mengukur tingkat keberhasikan perwujudan Visi Indonesia 2020 diperlukan indikator-indikator utama sebagai berikut :
1.    religius
a.    terwujudnya masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia sehingga ajaran agama, khususnya yang bersifat universal dan nilai-nilai luhur budaya terutama kejujuran, dihayati dan diamalkan dalam berilaku keseharian;
b.    terwujudnya toleransi antar dan antara umat beragama;
c.    terwujudnya penghormatan terhadap martabat kemanuasiaan.
2.    manusiawi
a.    terwujudnya masyarakat yang menghargai nilai-nilai kemanuasiaan yang adil dan beradab;
b.    terwujudnya hubungan harmonis antar manusia indonesia tanpa membedakan latar belakang budaya, suku, ras, agama dan lain-lain;
c.    berkembangnya dinamika kehidupan bermasyarakat ke arah peningkatan harkat dan martabat manusia.
d.    terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.    bersatu
a.    meningkatnya semangat persatuan dan kerukunan bangsa;
b.    meningkatnya toleransi, kepedulian dan tanggung jawab sosial;
c.    berkembangnya budaya dan perilaku sportif  serta menghargai dan menerima perbedaan dalam kemajemukan.
d.    berkembangnya semangat anti kekerasan
e.    berkembangnya dialog secara wajar dan saling menghormati antar kelompok dalam masyarakat.
4.    demokratis
a.    terwujudnya keseimbangan kekuasaan antara lembaga penyelenggara negara dan hubungan kekuasaan antara pemerintahan nasional dan daerah;
b.    menguatnya partisipasi politik sebagai perwujudan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum jujur, adil dan langsung, umum, bebas dan rahasia, efektifitas peran dan fungsi partai politik dan kontrol sosial masyarakat yang semakin meluas;
c.    berkembangnya organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan dan organisasi politik yang bersifat tebuka;
d.    terwujudnya mekanisme kontrol di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;
e.    berkembangnya budaya demokrasi, transparasi, akuntabilitas, jujur, sportif, menghargai perbedaan;
f.    berkembangnya sistem kepemimpinan yang egaliter dan rasional.
5.    a d i l
a.    tegaknya hukum yang berkeadilan tanpa diskriminasi;
b.    terwujudnya institusi dan aparat hukum yang bersih dan profesional;
c.    terwujudnya penegakan hak asasi manusia;
d.    terwujudnya keadilan gender;
e.    terwujudnya budaya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum;
f.    terwujudnya keadilan dalam distribusi pendapatan, sumberdaya ekonomi dan penguasaan aset ekonomi, serta hilangnya praktek monopoli;
g.    tersedianya peluang yang lebih besar bagi kelompok ekonomi kecil, penduduk miskin dan tertinggal.
6.    sejahtera
a.    meluasnya kesempatan kerja dan meningkatnya pendapatan penduduk sehingga bangsa indonesia menjadi sejahtera dan mandiri;
b.    meningkatnya angka partisipasi murni anak usia sekolah;
c.    terpenuhinya sistem pelayanan umum, bagi seluruh lapiran masyarakat termasuk pelayanan kepada penyandang cacat dan usia lanjut, seperti pelayanan transportasi, komunikasi, penyediaan energi dan air bersih;
d.    tercapainya hak atas hidup sehat bagi seluruh lapiran masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin terlindunginya masyarakat dari berbagai resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan tersediannya pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan merata;
e.    meningkatnya indeks pengembangan manusia (human development index), yang menggambarkan keadaan ekonomi, pendidikan dan kesehatan secara terpadu;
f.    terwujudnya keamanan dan rasa aman dalam masyarakat.
7.    m a j u
a.    meningkatnya kemampuan bangsa dalam pergaulan antar bangsa;
b.    meningkatknya kualitas sdm sehingga mampu bekerja sama dan bersaing dalam era global;
c.    meningkatnya kualitas pendidikan sehingga menghasilkan tenaga;
d.    meningkatkan disiplin dan etos kerja;
e.    meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi serta pembudayaannya dalam masyarakat;
f.    teraktualisasinya keragaman budaya indonesia.
8.    mandiri
a.    memiliki kemampuan dan ketangguhan dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah pergaulan antar bangsa agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain;
b.    terwujudnya politik luar negari yang berkepribadian dan bebas aktif;
c.    terwujudnya ekonomi indonesia yuang bertumpu pada kemampuan serta potensi bangsa dan negara termasuk menyelesaikan hutang luar negeri;
d.    memiliki kepribadian bangsa dan identitas budaya indonesia yang berakar dari potensi budaya daerah.
9.    baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
a.    terwujudnya penyelenggaraan negara yang profesional, transparan, akuntabel, memiliki kreadibilitas dan bebas kkn;
b.    terbentuknya penyelenggaraan negara yang peka dan tanggap terhadap kepentingan dan aspirasi rakyat di seluruh wilayah negara termasuk derah terpencil dan perbatasan;
c.    berkembangnya transparansi dalam budaya dan perilaku serta aktivitas politik dan pemerintah.
Menggagas Format  Indonesia Masa Depan Antara fenomena Globalisasi dan Primordialisme Etnik
Puncak kesadaran  sosial di penghujung kekuasaan tirani Orde Baru telah menggesa  seluruh komponen bangsa untuk segera merekonstruksi tatanan sosial yang mapan menuju format Indonesia masa depan. Kegelisihan yang sekaligus sebagai cita-cita lihir tersebut kemudian disimbolkan dalam beberapa terminologi  seperti civil society, masyarakat madani, Indonesia baru dan Indonesia Masa Depan yang meskipun secara substantif terminologi-terminologi di atas memiliki prinsip-prinsip yang sama dan bersifat universal.
Cita-cita mulia di atas tidak akan terwujud atau mati suri bila kondisi sosio-kultural sebagai prasyarat masyarakat madani masih berada di bawah bayang-bayang primordialisme agama dan primordialisme etnik. Kedua kondisi sosio-kultural tersebut akan menjadi sandungan sekaligus ancaman, sehingga menjadi agenda internal dan terberat yang harus segera dituntaskan.
Masyarakat madani sebagai salah satu terminologi untuk sebuah tatanan sosial masa depan adalah Indonesia tanpa dinding dan Indonesia tanpa batas. Indonesia tanpa dinding adalah Indonesia masa depam yang ahrus tegak di atas prinsip-prinsip :
- Pluralitas
- Toleransi
- Sistem sosial yang teratur
- Tidak adanya sekat agama maupun etnik
- Kecerdasan masyarakat.
Untuk mewujudkan kondis di atas seluruh kmonen bangsa hatus emulainya dengan cara :
- Mengapresiasikan pluralisme dengan baik
- Adanya konsensus (kontrak sosial)
- Penegakan supremasi hukum
Akhirna, instrumrn yang dapat digunakan dalam pencapaian Indonesia masa depan ada;ah epndidikan sebagai usaga pencerahan dan penimngkatan kualitas manusia Indonesoa. Hal ini akan emudagkan ruumbuhnya budaya dilaog dan kesalingpahaman.

E. Tantangan mewujudkan visi Indonesia 2020
Dalam mewujudkan Visi Indonesia 2020, bangsa dan negara menghadapi tantangan keadaan dan perubahan saat ini dan masa depan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pertama, pemantapan persatuan bangsa dan kesatuan negera.
Kemajuan suku, ras, agama dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus diterima dan dihormati. Pengelolaan kemajemukan bangsa secara baik merupakan tantangan dalam mempertahankan integrasi dan intergritas bangsa. Penyebaran penduduk yang tidak merata dan pengelolaan otonomi daerah yang menggunakan konsep negara kepulauan sesuai dengan Wawasan Nusantara merupakan tantangan pembangunan daerah dalam lingkup Negara Kesatuan R.I. Disamping itu pengaruh globalisasi juga merupakan tantangan bagi pemantapan persatuan bangsa dan kesatuan negara.
Kedua, Sistem hukum yang adil
Semua warga negara berkedudukan sama di depan hukum dan berhak mendapatkan keadilan. Hukum ditegakkan untuk keadilan dan bukan untuk kepentingan kekuasaan ataupun kelompok kepentingan tertentu. Tantangan untuk menegakkan keadilan adalah terwujudnya aturan hukum yang adil serta institusi hukum dan aparat penegak hukum yang jujur, profesional, dan tidak terpengaruh oleh penguasa. Supremasi hukum ditegakkan untuk menjamin kepastian hukum, keadilan dan pembelaan hak asasi manusia.
Ketiga, sistem politik yang demokratis
Tantangan sistem politik yang demokratis adalah terwujudnya kedaulatan di tangan rakyat, partisipasi rakyat yang tinggi dalam kehidupan politik, partai politik yang aspiratif dan efektif, pemilihan umum yang berkualitas. Sistem politik yang demokratis ditopang oleh budaya politik yang sehat, yaitu sportivitas, menghargai perbedaan, santun dalam perilaku, mengutamakan kedamaian dan anti kekerasan dalam berbagai bentuk. Semua itu diharapkan melahirkan kepemimpinan nasional yang demikratis, kuat dan efektif.
Keempat, Sistem ekonomi yang adil dan produktif
Tantangan sistem ekonomu yang adil dan produktif adalah terwujudnya ekonomi yang berpihak pada rakyat serta terjaminnya sistem insentif ekonomi yang adil dan mandiri. Sistem ekonomi tersebut berbasis pada kegiatan rakyat yang memanfaatkan sumber daya alam secara optimal dan berkesinambungan terutama yang bersumber dari pertanian, kehutanan dan kalautan. Untuk merealisasikan sistem ekonomi tersebut diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dan mekanisme ekonomi yang menyerap tenaga kerja. Di samping itu negara mengembangkan ekonomi dengan mengolah sumber daya alam dan industri lainnya termasuk industri jasa.
Kelima, Sistem sosial budaya yang beradab
Tantangan terwujudnya sistem sosial yang beradab adalah terpelihara dan teraktualisasinya nilai-nilai universal yang diajarkan setiap agama dan nilai-nilai lihur budaya bangsa sehingga terwujud kebebasan untuk berekspresi dalam rangka pencerahan, penghayatan dan pengamalan agama serta keragaman budaya. Sisterm sosial yang beradab mengutamakan terwujudnya masyarakatn yang mempunyai rasa saling percaya dan saling penyayangi, baik terhadap sesama masyarakat maupun antara masyarakat dengan institusi publik. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat mencakup peningkatan mutu pendidikan penghasilan rakyat, rasa aman dan unsur-unsur kesejahteraan rakyat lainnya.
Keeman, Sumber daya manusia yang bermutu
Tangangan dalam pengembangan sumber daya manusia bermutu adalah terwujudnya sistem pendidikan yang berkualitas yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang andal dan berakhlak mulia, yang mampu bekerja sama dan bersaing di era globalisasi dengan tetap mencintai tanah air. Sumber daya manusia yang bermutu tersebut memiliki keimanan dan ketakwaan serta menguasai ilmu, pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja dan mampu membangun budaya kerja yang produktif dan berkepribadian.
Ketujuh, Globalisasi
Tantangan menghadapi globalisasi adalah mempertahankan eksistensi dan intergritas bangsa dan negara serta memanfaatkan epluang untuk memajuan bangsa dan negara. Untuk menghadapi globalisasi diperlukan kemampuan sumber daya manusia dan kelembagaan, baik di sektor negara maupun di sektor swasta.

DAFTAR   PUSTAKA

Amsyari, Fuad. Masa Depan Umat Islam Indonesia. Al – Bayan. 1993.
Affandi, Rustam. Eksistensi Idealisme Mahasiswa Dalam Konstalasi Gerakannya. Hima Geografi UNM: 1999.
Anonimus, Teknik Pengelolaan Isu, Makalah UNM: 1999.
———– TAP MPR RI No. V/MPR/2000
———– Laporan Pelaksanaan JMI 2001: Badan Eksekutif Mahasiswa UNM 2001.
WWW.KOMPAS.COM

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: